Masjid Agung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Kerinci | Objek Wisata di Kabupaten Kerinci | Objek Wisata Provinsi Jambi | Objek Wisata Indonesia

Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Kerinci, yang lokasinya berada di Kota Sungai Penuh Kerinci tepatnya berada di Kelurahan Pondok Tinggi. Masjid Agung Pondok Tinggi ini dibangun pada tahun 1874 oleh masyarakat Pondok Tinggi secara bergotong royong dan swadaya masyarakat pada masa itu, dan pembangunan Masjid inipun tanpa menggunakan paku sehingga membuat Masjid ini kaya akan nialai kebudayaan. Sampai saat ini masih berdiri kokoh meski usianya sudah mencapai 145 tahun, terhitung dari artikel ini dibuat tahun 2019.

Masjid Agung Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh Kerinci
Masjid Agung Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh Kerinci
Bangunan Masjid yang memiliki nilai sejarah yang bisa dipelajari, dari muali bangunan berdirinya tiang hingga atap mengandung banyak sekali filosofi. Menurut Jumadi selaku sebagai pengelola dan pemelihara Masjid, awalnya Masjid ini bernama Masjid Pondok Tinggi, kemudian beliau juga bercerita kalau bangunan Masjid ini terdiri dari empat tiang utama, dari tiang ke tiang diikat dengan pasak dan tanpa ada satu paku pun yang digunakan. Empat tiang utama atau yang disebut sebagai empat soko guru, itu merupakan sebuah lambang empat kekuasaan adat istiadat yang ada di Pondok Tinggi.

Kata Jumadi, Yang dimaksud empat soko guru atau empat kekuasaan adat istiadat tersebut adalah terdapat empat Rio atau empat kesukuan di Pondok Tinggi yang melambangkan empat ninik mamak di Pondok Tinggi yaitu Ninik Mamak Rio Temenggung, Ninik Mamak Rio Patih, Ninik Mamak Singaro, Ninik Mamak Rio Mendaro.

Masjid Agung Pondok Tinggi, Sungai Penuh Kerinci
Masjid Agung Pondok Tinggi, Sungai Penuh Kerinci
Tutur Jumadi, Masjid Agung Pondok tinggi ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama yakni Muhammad Hatta pada tahun 1953. Pada tahun tersebutlah Bung Hatta berkunjung kesini melalui pesisir selatan dan pada masa itu disini masih belum masuk Provinsi Jambi ketika itulah diresmikannya Masjid Pondok Tinggi menjadi Mesjid Agung Pondok Tinggi oleh Bung Hatta.

Bangunan Masjid sendiri memiliki luas 30x30 meter dengan luas area Masjid secara keseluruhan 42x45 meter. Masjid Agung Pondok tinggi memiliki puncak batu yang masih bertahan sampai musibah besar pernah terjadi di Kerinci yakni gempa pada tahun 1995 yang melanda Kerinci dan sekitarnya, puncak batu pun ikut jatuh ketika itu. Puncak Batu yang saat ini adalah batu yang di duplikat yang menyerupai dengan puncak batu aslinya. Namun yang aslinya pun masih ada sampai sekarang, kalau puncak yang aslinya terbuat dari batu utuh yang di pahat, dan ketika malam hari batu tersebut mengeluarkan cahaya biru "ungkap Jumadi".

Untuk bentuk Masjidnya sampai saat ini masih mempertahankan bentuk aslinya, bahkan sejak awal dibangun Masjid ini tidak mengalami renovasi bangunan yang berarti, hanya renovasi penting yang dilakukan yakni pada bagian atap bangunan. Karena atap aslinya pada masa itu terbuat dari ijuk dan hanya bertahan selama 25 tahun dan diganti dengan kayu sirap kemudian pada tahun 1900 an digantilah dengan menggunakan atap seng "tutur Jumadi".

Bangunan inti Masjid ini masih tanpa menggunakan paku, namun untuk bagian atap sendiri sudah menggunakan paku dikarenakan atap Masjid sudah diganti menggunakan seng dan penggunaan paku hanya di bagian atap karena menggunakan seng, kalau dulu menggunakan atap ijuk hanya diikat saja "tutur Jumadi".

Masjid Agung Pondok Tinggi masih ramai jemaahnya, masyarakat sekitar yang berbondong-bondong datang untuk malaksanakan Sholat 5 waktu dan Sholat Jum'at pun masih aktif hingga saat ini, bahkan Masjid ini juga sering digunakan untuk acara keagamaan oleh masyarakat setempat dan Masjid ini menjadi tempat utama untuk digunakan.

Jika kita masuk kedalam Masjid Agung Pondok Tinggi ini kita akan melihat bangunan Masjid yang di setiap bangunannya masih sangat melekat dengan sentuhan budaya tradisional. Ukiran-ukiran tangan masih terlihat dan bertahan di tiang-tiang Masjid, kemudian di bagian dalam atas Masjid terlihat sebuah kotak yang dihubungkan dengan tangga, dan disitulah Azan dikumandangkan setiap masuk waktu Sholat, dan hal tersebut masih dipertahankan hingga saat ini.
 

Comments