Hutan Adat Lempur Lekuk Lima Puluh Tumbi Kerinci | Objek Wisata di Kabupaten Kerinci | Objek Wisata Provinsi Jambi | Objek Wisata Indonesia

Hutan Adat Lempur Lekuk Lima Puluh Tumbi merupakan sebuah hutan yang berada di Kabupaten Kerinci, yang konon katanya, menurut masyarakat sekitar hutan adat ini dulu pernah ditebang oleh Belanda pada zaman itu, dengan tujuan akan dipergunakan untuk perkebunan teh. Karena upaya tersebut ditolak oleh masyarakat adat, akhirnya Belanda memindahkan perkebunan teh tersebut ke Kayu Aro karena lokainya yang tidak dimiliki oleh masyarakat adat Kerinci dahulu kala.

Hutan Adat Lempur Kerinci
Hutan Adat Lempur Kerinci
Karena dulunya hutan adat ini pernah ditebang oleh Belanda, karena itulah pohon-pohon di Hutan Adat ini tidak sebesar seperti pohon-pohon di TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). Hutan Adat Lempur Lekuk Lima Puluh Tumbi ini diperkirakan memiliki luas sekitar 400 hektar, karena itu keberadaan Hutan Adat ini menjadi sangat penting, 50 persen kebutuhan air bersih serta untuk mengairi perkebunan dan persawahan berasal dari Hutan tersebut.

Hutan Adat ini terletak pada ketinggian kurang lebih 1.500 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut, dan didalamnya terdapat berbagai macam tanaman seperti Pohon Pulai, Medang, Cemara Kerinci, dan tanaman endemik hutan lainnya yang dalam kategori tanaman dataran tinggi. Cuaca yang sejuk serta alam yang begitu tenang, kondisi masyarakatnya yang bersahabat serta berbagai lokasi wisata dan budaya yang sangat memikat dan mengagumkan.

Hutan Adat Lempur Lekuk Lima Puluh Tumbi Kerinci
Terlihat Dari Hutan Adat Lempur Lekuk Lima Puluh Tumbi Kerinci
Dukungan masyarakat serta pemuda terlihat mulai terasa selama ini, bahkan sudah ada komunitas pemuda di Lempur yang menyediakan pemandu wisata mancanegara dan juga menyediakan paket wisata lengkap. Untuk masuk kekawasan ini, wisatawan akan dipungut biaya Rp10.000 oleh warga sekitar dan itupun tanpa karcis. Ya dimaklumi saja, karena lokasi tempat ini hanya dikelola oleh warga secara sukarela dan belum ada yang namanya retribusi resmi.

Mengingat kondisi jalan, bagi wisatawan yang datang kesini menggunakan kendaraan roda 4 atau mobil, hanya bisa sampai dikaki bukitnya saja dan jalan selanjutnya adalah jalan berbatu pegunungan yang cukup curam. Bila menggunakan kendaraan roda 2 atau motor, motor hanya bisa sampai di Sebuah Tugu batas Hutan Adat dan motor bisa anda titipkan kepada warga yang ada di sekitar lokasi.

Di Hutan Adat ini terdapat tempat wisata alam yang bisa anda kunjungi salah satunya seperti Danau Lingkat, Danau Kaco, Air Terjun Seluang Bersisik, dan masih banyak tempat wisata alam lainnya yang belum terexspost yang ada didalam kawasan hutan adat tersebut.

Comments