Gunung Kerinci, Kisah Nekat Mendaki Gunung Kerinci Hanya Berdua, Wisata Alam Kerinci

Gunung Kerinci merupakan sebuah gunung berapi aktif yang berada di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci. Gunung ini juga termasuk gunung tertinggi di Indonesia di luar Papua. Hobi mendaki gunung, silahkan mampir di Gunung Kerinci.

Gunung Kerinci
Background Shelter 3 Gunung Kerinci 3.805m.DPL

Wisata Alam Kerinci

Cerita singkat, kisah saya mendaki gunung kerinci hanya berdua dengan teman saya yang berasal dari jakarta. Dari pekerjaan yang sama dan saya hanya sebagai pelengkap kerja, kemudian dikirim orang dari jakarta untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada di kerinci, dari situlah kami saling kenal. Kemudian saling berkomunikasi dan cerita-cerita seputar wisata di kerinci. Ternyata dia sengaja mau dikirim ke kerinci karena selain untuk kerja tapi juga untuk menyalurkan hobinya yaitu mendaki gunung.

Persiapan Star Menuju Puncak Gunung Kerinci
Persiapan Prima Mendaki Gunung Kerinci Hanya Berdua

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan Gunung berapi tertinggi di indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Lokasi Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, lokasi tepatnya berada di Kayu Aro Kabupaten Kerinci. Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut. Baiklah singgkat cerita lanjut ke cerita saya.hehe

Sebelumnya teman saya ini memang sering mendaki gunung, salah satunya Gunung Rinjani, Mahameru, Semeru, Bromo, Gunung Kelut dan masih banyak lainnya. Pada saat dia sampai di kerinci dia ingin memanfaatkan 2 minggu selama di kerinci harus mendaki gunung kerinci mau gak mau mumpung ada kesempatan pokoknya harus, "itu ucapnya". Pada saat itu dia berfikir mana mungkin mendaki gunung kerinci ini hanya sendirian "disampaikan kesaya". Kemudian dia mengajak saya, padahal saya sama sekali tidak pernah melakukan yang namanya pendakian gunung, jadi saya langsung jawab saya tidak bisa". Namun dia terus memaksa dan bilang, semua perlengkapan pendakian dia yang tanggung, itupun saya masih mikir-mikir, masalahnya saya tidak pernah mendaki gunung.

Kemudian ke esokan harinya semua perlengkapan untuk mendaki gunung sudah di beli lengkap untuk dia sendiri dan untuk saya. Waduh kalo seperti ini mau gak mau saya harus tetap ikut "bicara dalam hati". Kemudian dia bilang, pokoknya kamu harus ikut, Saya sudah beli semua perlengkapan besok kita langsung berangkat. Akhirnya saya pun ikut mendaki gunung kerinci dengan modal nekat karena belum pernah mendaki gunung.

Awal Dari Perjalanan Kami

Kami berangkat dari Kota Sungai Penuh Kerinci, star awal dari perumahan dekat MAN 1 Desa Gedang dan di antar oleh supir mobil perusahaan menuju Kayu Aro lokasi Gunung Kerinci. Pada saat itu kami tidak melalui perizinan untuk mendaki Gunung Kerinci, kebetulan pos perizinannya kosong tidak ada yang jaga, karena mengejar waktu jadi kami nekad dan minta antar sopir ke pintu rimba. (jangan ditiru tidak melalui perizinannya). 

Pintu Rimba
Pintu Rimba Gunung Kerinci
Setelah sampai di pintu rimba, kami memeriksa perlengkapan jangan sampai ada yang tertinggal, karena kami hanya berdua masuk hutan menuju puncak Gunung Kerinci. Perlengkapan yang kami bawa Tenda, Gps, Camera, alat komunikasi, Jaket tahan dingin, Bekal makanan, dan perlengkapan khusus jaga diri "tidak saya sebutkan".  Setelah di cek semuanya lengkap, kami pun bergegas dan berdo'a sebelum melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Kerinci.

Shelter 1 Gunung Kerinci 3.805mdpl
Shelter 1 Gunung Kerinci
Singkat cerita, Perjalanan kami dari Pintu Rimba hingga sampai di Puncak Gunung Kerinci 3.805mdpl memakan waktu satu hari satu malam, karena kondisi cuacanya yang kurang mendukung. Hujan bercampur angin dari Pos 1 sampai Shelter 1 tidak berhenti, kami memutuskan bermalam di Shelter 1 karena hujan semakin deras dan suara gemuruh yang menggelegar menyambar kesana kemari. Setelah kami mendirikan tenda, sempatkan menjalankan 5 waktu (Sholat) kami berdo'a meminta perlindungan kepada Alloh agar kami selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat.

Bermalam di Shelter 1 Gunung Kerinci 3.805mdpl
Mencoba Tidur Namun Tetap Gak Bisa Tidur
Di Pagi harinya setelah selesai beres-beres dan tenaga sudah terkumpul kembali, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju selter 2 dan 3. Jalur pendakian Gunung Kerinci ini benar-benar extreem, menantang adrenalin apalagi kalo musim hujan bisa dikatakan super extreem namun tetap alami, karena alamnya yang benar-benar masih alami. Jalur dari shelter 1 ke shelter 2 dan 3 benar-benar luar biasa membutuhkan tenaga yang super extra, walaupun kami setiap 20 meter intirahat 30 detik untuk mengembil nafas, dan alhamdulillah akhirnya kami bisa sampai di shelter 3 semua itu karena Alloh SWT.

Shelter 2 Gunung Kerinci 3.805mdpl
Shelter 2 Gunung Kerinci
Setelah bermalam di Shelter 3, ketika pagi matahari terbit kami langsung menuju puncak Gunung Kerinci yang berjarak kurang lebih 500 meter dari shelter 3 dan akhirnya kami pun sampai di puncaknya Gunung Kerinci 3.805mdpl. Perasaan haru bercampur bahagia, tak percaya kalo kami sudah sampai di puncak gunung tertinggi di Indonesia luar papua. Kami pun mengabadikan momen tersebut dengan beberapa jepretan camera yang kemudian baterainya habis. Setelah menikmati pemandangan yang luar biasa dari ketinggian Gunung Kerinci 3.805mdpl, kami pun turun kembali ke shelter 3 dan berkemas untuk turun gunung.

Shelter 3 Gunung Kerinci 3.805mdpl
Shelter 3 Gunung Kerinci
Perjalanan kami ketika turun gunung hanya memakan waktu 8 jam, karena sebelum turun gunung kami melihat jam terlebih dahulu untuk memastikan berapa lama perjalanan turun dari puncak hingga pintu rimba. Waktu turun kami star jam 11:00 WIB (jam sebelas siang) dan sampai di pintu rimba jam 19:00 WIB (Jam tujuh malam). Kemudian kami minta jemput sopir yang mengantarkan kami sebelumnya dan kami pun pulang dengan selamat. Ke esokan harinya badan saya sakit semua, mungkin efek dari perjalanan tersebut, dan kami pun tepar selama 2 hari..hehe

Persiapan Turun Dari Shelter 3 Gunung Kerinci 3.805mdpl
Moment Takterlupakan
Demikianlah cerita singkat tentang perjalanan saya mendaki Gunung Kerinci 3.805mdpl yang hanya berdua dengan teman saya yang dari jakarta, yang hobynya mendaki gunung, sedangkan saya hanya modal nekad. Kami berdua bisa sampai ke Puncak merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena puncak gunung ini merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia di luar papua. Baiklah itu saja carita pengalaman pertama saya mendaki gunung, dan terimakasih sudah berkunjung di artikel ini. Kunjungan anda adalah penyemangat buat kami. Untuk melihat tempat wisata lainnya, bisa dilihat dibawah postingan ini.

Comments